Contoh Puisi Perjuangan

Contoh Puisi Perjuangan Kemerdekaan , Kepahlawanan

Contoh Puisi Perjuangan adalah puisi yang menggambarkan situasi atau keadaan para pejuang dalam medan perang , demi kemerdekaan Negara NKRI dari seorang Pahlawan dan puisi ini sering ditulis oleh W.s Rendra atau Chairil Anwar . mari kita simak beberapa contoh puisi perjuangan dibawah ini.

Contoh Puisi Perjuangan Kepahlawanan

dibawah ini adalah beberapa contoh puisi perjuangan kepahlawanan antara lain :

DOA SEORANG SERDADU SEBELUM BERPERANG
Karya : W.S. Rendra

Tuhanku,
WajahMu membayang di kota terbakar dan firmanMu terguris di atas ribuan kuburan yang dangkal
Anak menangis kehilangan bapa
Tanah sepi kehilangan lelakinya
Bukannya benih yang disebar di bumi subur ini tapi bangkai dan wajah mati yang sia-sia
Apabila malam turun nanti sempurnalah sudah warna dosa dan mesiu kembali lagi bicara
Waktu itu, Tuhanku, perkenankan aku membunuh perkenankan aku menusukkan sangkurku
Malam dan wajahku adalah satu warna
Dosa dan nafasku adalah satu udara.
Tak ada lagi pilihan kecuali menyadari -biarpun bersama penyesalan-
Apa yang bisa diucapkan
oleh bibirku yang terjajah ?
Sementara kulihat kedua lengaMu yang capai mendekap bumi yangmengkhianatiMu
Tuhanku
Erat-erat kugenggam senapanku
Perkenankan aku membunuh
Perkenankan aku menusukkan sangkurku

Mimbar Indonesia
Th. XIV, No. 25
18 Juni 1960

AKU

karya Chairil Anwar

AKU
Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap merada
ng menerajang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak peduli
Aku mahu hidup seribu tahun lagi

March 1943

Contoh Puisi Perjuangan Kemerdekaan Pahlawan

GERILYA
Karya  W.S. Rendra

Tubuh biru tatapan mata biru lelaki berguling di jalan
Angin tergantung terkecap pahitnya tembakau bendungan keluh dan bencana
Tubuh biru tatapan mata biru lelaki berguling dijalan
Dengan tujuh lubang pelor diketuk gerbang langit dan menyala mentari muda melepas kesumatnya
Gadis berjalan di subuh merah dengan sayur-mayur di punggung melihatnya pertama
Ia beri jeritan manis dan duka daun wortel
Tubuh biru tatapan mata biru lelaki berguling dijalan
Orang-orang kampung mengenalnya anak janda berambut ombak ditimba air bergantang-gantang
disiram atas tubuhnya
Tubuh biru tatapan mata biru lelaki berguling dijalan
Lewat gardu Belanda dengan berani berlindung warna malam sendiri masuk kota ingin ikut ngubur ibunya

Siasat
Th IX, No. 42
1955

GUGUR
Karya W.S. Rendra

Ia merangkak di atas bumi yang dicintainya
Tiada kuasa lagi menegak
Telah ia lepaskan dengan gemilang pelor terakhir dari bedilnya
Ke dada musuh yang merebut kotanya
Ia merangkak di atas bumi yang dicintainya
Ia sudah tua luka-luka di badannya
Bagai harimau tua susah payah maut menjeratnya
Matanya bagai saga menatap musuh pergi dari kotanya
Sesudah pertempuran yang gemilang itu lima pemuda mengangkatnya di antaranya anaknya
Ia menolak dan tetap merangkak menuju kota kesayangannya
Ia merangkak di atas bumi yang dicintainya
Belumlagi selusin tindak mautpun menghadangnya.
Ketika anaknya memegang tangannya ia berkata : ” Yang berasal dari tanah kembali rebah pada tanah.
Dan aku pun berasal dari tanah tanah Ambarawa yang kucinta
Kita bukanlah anak jadah
Kerna kita punya bumi kecintaan.
Bumi yang menyusui kita dengan mata airnya.
Bumi kita adalah tempat pautan yang sah.
Bumi kita adalah kehormatan.
Bumi kita adalah juwa dari jiwa.
Ia adalah bumi nenek moyang.
Ia adalah bumi waris yang sekarang.
Ia adalah bumi waris yang akan datang.”
Hari pun berangkat malam
Bumi berpeluh dan terbakar
Kerna api menyala di
kota Ambarawa
Orang tua itu kembali berkata : “Lihatlah, hari telah fajar !
Wahai bumi yang indah,
kita akan berpelukan buat selama-lamanya !
Nanti sekali waktu seorang cucuku akan menacapkan bajak di bumi tempatku berkubur
kemudian akan ditanamnya benih dan tumbuh dengan subur
Maka ia pun berkata : -Alangkah gemburnya tanah di sini!”
Hari pun lengkap malam
ketika menutup matanya

Bagaimana setelah menyimak puisi-puisi diatas bagaimana seorang pahlawan untuk merebut kemerdekaan , begitu dalam dan sepenuh jiwa raga , dengan demikian mari kita yang masih muda mempertahankan kemerdekaan dengan begitu antusias dengan mengisi dengan hal hal yang baik. Demikina sedikit Contoh Puisi Perjuangan dari Pahlawan demi Kemerdekaan NKRI yang mampu kami rangkum , semoga bermanfaat . Terima kasih

Contoh Puisi Perjuangan | Angga Prasetya | 4.5