Contoh Surat Kuasa dan Cara Membuat Surat Kuasa

Contoh Surat Kuasa dan Cara Membuat Surat Kuasa

Kesibukan ternyata menjadi satu hal yang menyulitkan kita dalam menyelesaikan sesuatu. Misal seperti melakukan pembayaran sesuatu yang sangat penting, sehingga bisa dilakukan oleh orang tepercaya. Dengan adanya surat kuasa, dapat menjadi alternatif untuk mengatasi hal yang satu ini, sebagaimana yang sudah banyak dilakukan beberapa pihak.
Perlu Anda ketahui, surat kuasa memiliki gambaran atau garis besar tersendiri yang penting untuk diperhatikan. Sekecil apa pun detail dalam surat kuasa sangat penting, sebab pihak yang melakukan sebuah proses pembayaran atau penarikan uang bukan merupakan orang yang diatasnamakan sebagaimana seharusnya.
Sebelumnya, perlu Anda ketahui bahwa ada beberapa macam surat kuasa, antara lain perorangan, kedinasan, sampai dengan istimewa yang berbeda antar satu dengan yang lain. Agar lebih jelas dalam mengetahui garis besar itu surat kuasa sendiri, berikut ini adalah cara pembuatan dan contohnya.

Contoh surat kuasa dan cara membuat surat kuasa

Cara Membuat Surat Kuasa dan Contoh Surat Kuasa

Surat kuasa dibuat karena satu pihak yang diatasnamakan berhalangan hadir, berdasarkan kepercayaan, dan tak ada unsur paksaan. Jika Anda membuat surat kuasa perorangan, maka tak dibutuhkan nomor surat. Sementara itu, surat kuasa dari instansi membutuhkan adanya nomor surat.
Jika Anda membuat surat kuasa untuk mengambil gaji, honoranium, atau pensiunan, maka bisa diserahkan kepada pihak tepercaya dan terdekat, sehingga tak membutuhkan adanya pemberian materai atau kertas segel, kecuali ketentuan serupa sudah ditetapkan oleh satu pihak yang menangani hal tersebut.
Orang yang menjadi pihak pemberi dan penerima surat kuasa harus sudah dewasa, sehat jasmani, dan rohani. Identitas yang disebutkan untuk tiap pihak harus jelas, misal seperti nama, pekerjaan, dan yang lain jika memang diperlukan. Jelaskan maksud dan tujuan dari surat kuasa yang dibuat.
Sertakan juga tempat dan tanggal pembuatan surat kuasa. Perlu Anda ketahui, surat kuasa sudah resmi atau berlaku jika kedua belah pihak sudah menandatanganinya. Sebaliknya, jika surat kuasa yang diberikan berasal dari kedinasan, maka sudah cukup untuk diberi stempel atau cap instansi.

Beberapa Hal Yang Perlu Diperhatikan Untuk Membuat Surat Kuasa

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, ada juga beberapa hal yang sangat penting untuk diperhatikan dalam membuat surat kuasa. Beberapa hal ini yang biasanya terkesan kecil, namun sangat fatal jika sampai diabaikan. Sebab, surat kuasa juga memuat beberapa instruksi atau penyerahan kepercayaan yang sangat detail.
Jika Anda membuat surat kuasa, pastikan ada tulisan “surat kuasa” yang dicantumkan. Identitas kedua belah pihak juga penting untuk diperhatikan dan dicantumkan. Beberapa hal tersebut adalah nama, alamat, dan pekerjaan.
Jika Anda membuat surat kuasa instansi atau perusahaan, maka sertakan juga nama dan alamat instansi dan nomor surat. Selain itu, juga dicantumkan identitas pihak pemberi kuasa seperti nama, NIP, jabatan, alamat, pangkat atau golongan. Begitu juga dengan identitas penerima kuasa, yang sama seperti pemberinya.
Cantumkan tujuan pemberian kuasa, tempat dan tanggal pembuatan surat kuasa, jangka waktu berlakunya surat kuasa, tanda tangan, nama jelas, dan NIP. Jika diperlukan materai atau cap dari instansi, maka hal ini bisa ikut disertakan.
Sebagai catatan tambahan, perhatikan juga setiap kata yang ada. Penulisan diusahakan tak salah dengan adanya kesalahan pengetikan, sehingga hal ini tak akan menimbulkan masalah tersendiri. Terlebih pada bagian identitas yang biasanya akan dicek sedemikian rupa oleh pihak yang memproses surat kuasa tersebut.

Itulah contoh surat kuasa dan cara membuat surat kuasa yang menjadi garis besar untuk membantu Anda demi memudahkan prosesnya. Selamat mencoba.

Contoh Surat Kuasa dan Cara Membuat Surat Kuasa | Angga Prasetya | 4.5