Pelestarian Bahan Pustaka

Pelestarian Bahan Pustaka – Koleksi bahan pustaka di dalam perpustakaan merupaan aset yang sangat berharga, keberadaan bahan pustaka yang di miliki menentukan kualitas suatu perpustakaan. Namun tidak semua bahan pustaka mampu bertahan lama, sehingga perlu adanya suatu pemeliharaan bagi bahan pustaka tersebut. Mengingat informasi yang di perlukan semua terdapat di bahan pustaka yang ada di perpustakaan.
Pelestarian Bahan Pustaka

Pengertian Pelestarian Bahan Pustaka

Beberapa istilah terkait pelestarian menurut IFLA
( International Federation of Library Association )
Pelestarian (preservation) IFLA ( International Federation of Library Association
Federasi Internasional dari Asosiasi-asosiasi Perpustakaan) mendefinisikan  preservasi sebagai aspek-aspek yang mencakup usaha melestarikan bahan  pustaka, keuangan, ketenagaan, metode, teknik, serta penyimpanannya. Adapun dalam kamus Inggris-Indonesia (John M.Echols & Hassan Sadily), preservasi berarti pemeliharaan, penjagaan dan pengawetan. Sedangkan dalam buku the Principles for the Preservation and Conservation of Library Materials yang disusun oleh J.M. Dureau & D.W.G. Clements,  preservasi mempunyai arti yang lebih luas, yaitu mencakup unsur-unsur  pengelolaan, keuangan, cara penyimpanan, tenaga, teknik dan metoda untuk melestarikan informasi dan bentuk fisik bahan pustaka.
Pengawetan/Konservasi (conservation)
Kebijaksanaan dan cara khusus dalam melindungi bahan pustaka dan arsip untuk kelestarian koleksi BP (IFLA). Dalam kamus Inggris-Indonesia yang disusun oleh John M. Echols danHassan Sadily, konservasi berarti perlindungan dan pengawetan. Sedangkan menurut J.M. Dureau & D.W.G. Clements konservasi adalah teknik yang dipakai utnuk melindungi bahan pustaka dari kerusakan dan kehancuran.
Perbaikan/Restorasi (restoration)
Pertimbangan dan cara yang digunakan untuk memperbaiki BP dan arsip yang rusak.
Bahan yang dikenal sebagai medium perekam hasil budaya manusia adalah: (1) tanah liat, (2) papyrus, (3) kulit kayu, (4) daun tal atau lontar, (5) kayu, (6) gading, (7) tulang, (8) batu, (9) logam (metal), (10) kulit binatang, (11) pergamen (parchmental) dan vellum, (12) leather (kulit), (13) kertas, (14) papan, (15) film, (16) pita magnetik, (17) disket, (18) video disk dan lain-lain. Semua bahan di atas bisa digolongkan sebagai bahan pustaka.

Fungsi Pelestarian Bahan Pustaka

Fungsi Dan Unsur Pelestarian Bahan Pustaka
Kegiatan Pemeliharaan bahan pustaka memiliki beberapa fungsi antara lain:
1.Fungsi perlindungan, Upaya melindungi bahan pustaka dari beberapa faktor yang mengakibatkan kerusakan.
2.Fungsi pengawetan, Upaya pengawetan terhadap bahan pustaka agar tidak cepat rusak dan dapat dimanfaatkan lebih lama lagi.
3.Fungsi kesehatan, Upaya menjaga bahan pustaka tetap dalam kondisi bersih sehingga tidak berbau pengap dan tidak mengganggu kesehatan pembaca maupun pustakawan.
4.Fungsi pendidikan, Upaya memberikan pendidikan kepada pembaca, bagaimana memanfaatkan bahan pustaka yang baik dan benar.
5.Fungsi kesabaran, Upaya pemeliharaan bahan pustaka membutuhkan kesabaran dan ketelitian.
6.Fungsi sosial. Pemeliharaan bahan pustaka sangat membutuhkan keterlibatan dari orang lain.
7.Fungsi ekonomi, Pemeliharaan yang baik akan berdampak pada keawetan bahan pustaka, yang akhirnya dapat meminimalisasi biaya pengadaan bahan pustaka.
8.Fungsi keindahan, Dengan pemeliharaan yang baik, bahan pustaka di perpustakaan akan tersusun rapi, indah dan tidak berserakan, sehingga perpustakaan kelihatan indah dan nyaman.
Unsur-unsur dalam pelestarian bahan pustaka meliputi:
1.Pengelolaan, meliputi kegiatan bagaimana mengelola bahan pustaka agar dapat dimanfaatkan oleh pengguna dengan baik tanpa mengabaikan kelestarian bahan pustaka tersebut.
2.Keuangan, meliputi seberapa besar anggaran yang dibutuhkan untuk kegiatan pelestarian bahan pustaka, sehingga dengan jelas dalam mengalokasikan biaya untuk kegiatan tersebut. Kebutuhan untuk keperluan pelestarian harus direncanakan dengan matang. Sehingga dana yang terserap dapat dipertanggungjawabkan.
3.Cara penyimpanan, meliputi kegiatan bagaimana memperlakukan bahan-bahan pustaka dalam pengaturan di tempat penyimpanan. Dimana bahan pustaka harus disimpan dan dipertimbangkan, oleh siapa saja yang menyimpan alat-alat bantu apa yang diperluakn untuk penyimpanan dan kegiatan pelestarian pada umumnya. Alat-alat misalnya alat-alat untuk penjilidan, alat angkut berupa kereta dorong dan lain-lain.
4.Taraf tenaga kerja, yang diperlukan dalam kegiatan pelestarian bahan pustaka menyangkut kuantitas dan kulitas, maksudnya berapa banyak tenaga kerja yang dibutuhkan dan dengan kualifikasi bidang apa serta kemampuannya. Karena kegiatan bahan pustaka preservasi bahan pustaka ini bersifat preventif disamping juga kuratif, diperlukan kesadaran dan pemahaman dari berbagai pihak, baik dari pustakawan, tenaga administrasi, dan pengguna perpustakaan.
5.Kebijaksanaan, akan berkaitan dengan perencanaan keuangan. Kebijaksanaan pada tahap awal dilakukan dalam seleksi bahan pustaka, yaitu memutuskan apakah akan menambahkan koleksi atau tidak.
6.Teknik dan metode yang diterapkan dalam melestarikan bahan-bahan pustaka serta informasi yang dikandungnya, perpustakaan tidak harus selamanya melestarikan kandungan informasinya ke dalam bentuk fisik yang lain, misalnya dalam bentuk mikro (microfiche/microfilm) atau CD-ROM.

Macam Perusak Pelestarian Bahan Pustaka

 Macam – Macam Perusak Bahan Pustaka
Dalam buku yang ditulis oleh Plumbe (1966), menjelasakan secara panjang lebar mengenai berbagai perusak bahan pustaka untuk daerah tropis, terutama yang dikenal di Indonesia yaitu :
a. Serangga
b. Binatang pengerat
c. Jamur
d. Kelembaban
e. Debu
f. Gempa Bumi
g. Kekeringan
h. Gelombang pasang surut
i. Angin topan
Kerusakan Bahan Pustaka secara garis besar dapat disebabkan oleh :
1. Faktor Biologi
Contoh : Serangga ( Rayap, kecoa, kutu buku ), binatang pengerat, jamur
2. Faktor Fisika
Contoh : cahaya, udara / debu, suhu dan kelembaban
3. Faktor Kimia
Contoh : zat – zat kimia, keasaman, oksidasi
4. Faktor – faktor lain
Contoh : Bencana alam ( banjir, gempa bumi ) Manusia
Bentuk-bentuk Pelestarian Bahan Pustaka :
FUMIGASI, adalah salah satu cara melestarikan bahan pustaka dengan cara mengasapi bahan pustaka agar jamur tidak tumbuh, binatang mati, dan perusak bahan pustaka lainny terbunuh.
DEASIDIFIKASI, adalah kegiatan pelestarian bahan pustaka dengan cara menghentikan proses keasaman yang terdapat dalam kertas.
LAMINASI, artinya melapisi bahan pustaka dengan kertas khusus, agar bahan pustaka menjadi awet.
ENKAPSULASI, adalah salah satu cara melindungi kertas dari kerusakan yang sifatnya fisik, misalnya rapuh karena umur, pengaruh asam, karena dimakan serangga, kesalahan penyimpanan, dsb.
PENJILIDAN, adalah pekerjaan menghimpun atau menggabungkan lembaran-lembaran lepas menjadi satu, yang dilindungi oleh ban atau sampul.
Demikian sedikit informasi mengenai Pelestarian Bahan Pustaka. Semoga bermanfaat, Terimakasih.
Pelestarian Bahan Pustaka | Angga Prasetya | 4.5