Pengertian Iman Dan Taqwa

Pengertian Iman Dan Taqwa – Pendidikan agama merupakan dasar bagi seseorang untuk menjalani kehidupan di dalam masyarakat, karena di dalam agama semua diatur dengan baik agar mereka mampu menyesuaikan posisi sesuai dengan peraturan yang berlaku di dalam masyarakat itu sendiri.
Anak – anak merupakan awal mula suatu kehidupan, sehingga penting bagi mereka sebuah pengetahuan agama, agar mereka tahu mana hal yang baik dan yang tidak sesuai dengan norma yang berlaku. Agama di dasari dengan iman dan taqwa, pada kesempatan ini blogger Teori Sekolahingin berbagi informasi mengenai hal itu.

 

Pengertian Iman Dan Taqwa

Apa Itu Iman Dan Taqwa

Iman menurut bahasa adalah percaya atau yakin, keimanan berarti kepercayaan atau keyakinan. Dengan demikian, rukun iman adalah dasar, inti, atau pokok – pokok kepercayaan yang harus diyakini oleh setiap pemeluk agama Islam. Dalam surat al-Baqarah 165, dikatakan bahwa orang yang beriman adalah orang yang amat sangat cinta kepada Allah (asyaddu hubban lillah). Oleh karena itu, beriman kepada Allah berarti sangat rindu terhadap ajaran Allah. Oleh karena itu beriman kepada Allah berarti amat sangat menaati ajaran Allah yaitu Al-Quran dan sunnah rasul. Dengan demikian, kata iman yang tidak dikaitkan dengan kata Allah atau ajaran nya, dikatakan sebagai iman haq, sedangkan yang dikaitkan dengan selainnya dinamakan iman bathil.
Taqwa berasal dari kata waqa, yaqi , wiqayah, yang berarti takut, menjaga, memelihara dan melindungi.Sesuai dengan makna etimologis tersebut, maka taqwa dapat diartikan sikap memelihara keimanan yang diwujudkan dalam pengamalan ajaran agama Islam secara utuh dan konsisten ( istiqomah ).
Tanda-tanda Orang Beriman
1. Al-qur’an menjelaskan tanda-tanda orang yang beriman sebagai berikut:
2. Jika disebut nama Allah, hatinya akan bergetar dan berusaha ilmu Allah tidak lepas dari syaraf memorinya (al-anfal : 2)
3. Senantiasa tawakal, yaitu bekeja keras berdasarkan kerangka ilmu Allah. (Ali imran : 120, Al maidah: 12, al-anfal : 2, at-taubah: 52, Ibrahim:11)
4. Tertib dalam melaksanakan shalat dan selalu melaksanakn perintah-Nya. (al-anfal: 3, Al-mu’minun: 2, 7)
5. Menafkahkan rizki yang diterima dijalan Allah. (al-anfal: 3, Al-mukminun: 2, 7)
6. Menghindari perkataan yang tidak bermanfaat dan menjaga kehormatan. (Al-mukminun: 3, 5)
7. Memelihara amanah dan menepati janji. (Al-mukminun: 6)
8. Berjihad di jalan Allah dan Suka menolong. (al-Anfal : 74)
9. Tidak meninggalkan pertemuan sebelum meminta izin. (an-nur: 62)

Hubungan Iman Dan Taqwa

Perpaduan antara iman dan taqwa ini adalah kemuliaan sebagaimana yang telah dijelaskan dalam Al-Qur’an. Oleh karena itu, Al-Qur’an dengan tegas menyebutkan bahwa manusia yang paling mulia di sisi Allah adalah orang-orang yang paling taqwa. Prediket kemuliaan ini sangat ditentukan oleh kualitas taqwa, semakin tinggi tingkat ketaqwaan seseorang maka semakin mulia pula kedudukannya pada pandangan Allah. Perpaduan antara iman dan taqwa ini tidak akan terjadi secara otomatis karena iman memiliki persyaratan untuk menuju nilai kesempurnaannya. Persyaratan ini dapat dilihat melalui aturan-aturan yang diberlakukan kepada iman yaitu memadukan keyakinan dengan perbuatan.
Berdasarkan Al-Qur’an dan Al-Hadits rukun iman ada 6, yaitu
1. Iman kepada Allah
Yaitu percaya sepenuh hati bahwa Allah adalah Rabb Tuhan pencipta alam, Maha Kuasa, Maha Penyayang dan segala sifat Maha lainnya. Untuk itu kita wajib beribadah dan meminta pertolongan hanya kepada Allah.
2. Iman kepada Malaikat-malaikat Allah
Malaikat adalah makhluk Allah yang diciptakan dari nur (cahaya). Malaikat selalu tunduk dan patuh atas perintah Allah dan tidak pernah sedikitpun membantahnya. Malaikat merupakan makhluk ghaib, artinya tidak dapat dilihat dengan panca indera manusia, namun kita wajib iman dan percaya kepadanya. Jumlah malaikat sangatlah banyak, hingga tak ada yang mengetahui jumlahnya, kecuali Allah.
3. Iman kepada Kitab-kitab Allah
Allah menurunkan kitab-kitabNya kepada para Nabi sebagai pedoman umat manusia untuk hidup didunia agar selamat dunia dan akhirat. Ada 4 kitab yang Allah turunkan kepada para Nabi, yaitu :
b. Kitab Taurat diturunkan kepada Nabi Musa A.S
c. Kitab Zabur diturunkan kepada Nabi Daud AS
d. Kitab Injil diturunkan kepada Nabi Isa AS
e. Kitab Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.
4. Iman kepada Nabi & Rasul-rasul Allah
Nabi adalah orang yang mendapat wahyu hanya untuk dirinya sendiri, sementara Rasul artinya utusan, Rasul Allah adalah utusan Allah yang mendapatkan wahyu untuk disampaikan kepada umatnya. Di antara 25 nabi dan rasul tersebut 5 di antaranya mendapat gelar ‘Ulul Azmi, yaitu para Nabi yang mendapat ujian sangat berat dari Allah, namun mereka tetap tegar,  tabah dan sabar menghadapinya. Mereka adalah NUH, IBRAHIM, MUSA, ISA dan MUHAMMAD. Atau disingkat NIMIM.
5.Iman kepada Hari akhir
Yaitu kita harus meyakini dengan sepenuh hati bahwa hari kiamat pasti terjadi. Namun kapan terjadinya adalah rahasia Allah, semua manusia tak ada satupun yang mengathuinya bahkan Nabi Muhammad sekalipun tak tahu kapan akan terjadinya kiamat.
6.Iman kepada Qodho dan Qodhar
Beriman kepada Qodho dan qodhar adalah meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah telah memnentukan dan menetapkan segalanya untuk manusia. Qodho & Qodar adalah ketetapan Allah bagi makhluk Nya. Ketetapan Allah kadang berupa hal-hal yang baik dan kadang berupa hal-hal yag buruk. Maka seorang mu’min akan meyakini dan tunduk pada ketetapan Allah baik maupun buruknya.
Demikian sedikit informasi mengenai Pengertian Iman Dan Taqwa. Semoga dapat bermanfaat, Terimakasih.

 

Pengertian Iman Dan Taqwa | Angga Prasetya | 4.5